DEAR Zindagi adalah film terbaru tahun 2016 dengan pemain utama
Alia Bhatt dan Shahrukh Khan yang dirilis
pada tanggal 25 November 2016. Setelah menonton film garapan Gauri Shinde ini yang telah sukses melalui filmnya English Vinglish pada tahun 2012 yang juga merupakan film kembalinya Sridevi, rasanya film2 garapannya masih sangat relevan jika ditonton pada tahun 2017, 2018
hingga 2019.
Banyak sekali dialog dan percakapan yang saya suka di film ini.
Percakapan awal yang aku suka adalah ketika Koko aka Kaira bercakap dgn temannya.
Koko :: Kenapa kau ke psikiater? Apa kau ingin meyakinkan dunia bahwa kau adalah gay?
Teman :: Tidak. Aku ke psikiater karena aku ingin meyakinkan diriku bahwa aku adalah gay.
Lalu disusul dengan dialog2 antara orang tua dan anak, misal ttg pernikahan, perceraian bla bla bla...
Orang tua Kaira bilang bahwa pernikahan di bawah usia 25 tahun adalah pernikahan yang baik dan jarang terjadi perceraian.
Namun, Kaira bilang bahwa ada 100% hal yang bisa mengurangi angka perceraian yaitu Dengan Tidak Menikah.
Hahahaha.....
Lalu, orang tua Kaira kembali berkata bahwa susahnya menjadi orang tua.
Dan Kaira pun kembali dengan gayanya, "Berhentilah menjadi orang tua. Sudah. Jika kalian merasa capek dan susah, maka berhentilah."
Sontak semuanya terdiam mendengar celotehan Kaira.
Keluarga Kaira tak pernah setuju dengan pekerjaannya karena dirasa bukanlah pekerjaan terpandang. Karena di mata mereka, pekerjaan terpandang dan terhormat adalah pekerjaan kantoran.
Dari sini saya mulai berpikir, apakah sesempit itukah pemikiran orang? Bahwa saya juga merasakan hal yang sama dgn Kaira dulu bahwa hanya pekerjaan kantoran lah yang dipandang dan dihormati orang. Hmmmm entahlah.
Satu lagi, orang tua Kaira bertanya mengapa selama ini dia jomblo hingga bertanya hal yang membuat membelalakkan mata (lebay kali yee, tp buat saya sih biasa aja). Ayah Kaira tnya, "apa kau lesbian?"
Tidak. Begitulah jawaban Kaira.
Karena ortu Kaira khawatir bahwa di dunia hiburan seperti banyak sekali kaum gay dan lesbian. Mendengar ortunya bgtu, Kaira semakin menakut2i ortunya bahwa memang banyak yg seperti itu bahkan tukang sapunya juga gay. Hahaha... Dan Kaira bilang bahwa tidak hanya di dunia hiburan yang banyak kaum seperti itu, bahkan di kantoran pun banyak namun lebih tertutup. Jika di dunia hiburan lebih terbuka satu sama lain.
Ough, come on, salahkah jomblo??
Percakapan awal yang aku suka adalah ketika Koko aka Kaira bercakap dgn temannya.
Koko :: Kenapa kau ke psikiater? Apa kau ingin meyakinkan dunia bahwa kau adalah gay?
Teman :: Tidak. Aku ke psikiater karena aku ingin meyakinkan diriku bahwa aku adalah gay.
Lalu disusul dengan dialog2 antara orang tua dan anak, misal ttg pernikahan, perceraian bla bla bla...
Orang tua Kaira bilang bahwa pernikahan di bawah usia 25 tahun adalah pernikahan yang baik dan jarang terjadi perceraian.
Namun, Kaira bilang bahwa ada 100% hal yang bisa mengurangi angka perceraian yaitu Dengan Tidak Menikah.
Hahahaha.....
Lalu, orang tua Kaira kembali berkata bahwa susahnya menjadi orang tua.
Dan Kaira pun kembali dengan gayanya, "Berhentilah menjadi orang tua. Sudah. Jika kalian merasa capek dan susah, maka berhentilah."
Sontak semuanya terdiam mendengar celotehan Kaira.
Keluarga Kaira tak pernah setuju dengan pekerjaannya karena dirasa bukanlah pekerjaan terpandang. Karena di mata mereka, pekerjaan terpandang dan terhormat adalah pekerjaan kantoran.
Dari sini saya mulai berpikir, apakah sesempit itukah pemikiran orang? Bahwa saya juga merasakan hal yang sama dgn Kaira dulu bahwa hanya pekerjaan kantoran lah yang dipandang dan dihormati orang. Hmmmm entahlah.
Satu lagi, orang tua Kaira bertanya mengapa selama ini dia jomblo hingga bertanya hal yang membuat membelalakkan mata (lebay kali yee, tp buat saya sih biasa aja). Ayah Kaira tnya, "apa kau lesbian?"
Tidak. Begitulah jawaban Kaira.
Karena ortu Kaira khawatir bahwa di dunia hiburan seperti banyak sekali kaum gay dan lesbian. Mendengar ortunya bgtu, Kaira semakin menakut2i ortunya bahwa memang banyak yg seperti itu bahkan tukang sapunya juga gay. Hahaha... Dan Kaira bilang bahwa tidak hanya di dunia hiburan yang banyak kaum seperti itu, bahkan di kantoran pun banyak namun lebih tertutup. Jika di dunia hiburan lebih terbuka satu sama lain.
Ough, come on, salahkah jomblo??
Dan, perkembangan psikologi dan kelakuan anak tergantung dari bagaimana cara ortu mendidik dan memperlakukan anak.
Dan juga terkadang orangtua lupa bahwa anak memiliki pandangan sendiri tentang karir dan kehidupannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar